Komunitas Arroghibin mulai dirintis sejak para anggotanya masih duduk di bangku SMA pada Juni 2002. Komunitas ini berawal dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi IPNU dan Karang Taruna, yang semuanya berasal dari satu desa. Gagasan awal muncul dari semangat berkesenian yang tinggi, khususnya dalam musik tradisional Islami seperti terbang jidor dan terbang banjari. Seiring waktu, alat musik yang digunakan semakin lengkap. Awalnya hanya terbang jidor, kemudian berkembang dengan penambahan keyboard, gitar, dan gamelan. Formasi penuh tercapai pada Juni 2003, bersamaan dengan momen peresmian komunitas Arroghibin.
Penampilan perdana Arroghibin berlangsung pada tahun 2003 dalam acara hajatan di lingkungan desa. Latihan rutin dimulai dengan frekuensi seminggu sekali, bertempat di rumah tokoh masyarakat, Mbah Yong (Bapak Saturan). Kemudian, latihan berpindah ke rumah (alm.) Pak Imam Suhadi yang turut mendukung dengan memfasilitasi peralatan sound system.
Pada tahun 2010, Arroghibin menetapkan basecamp tetap di rumah Mas Agung yang shingga sekarang masih menjadi tempat latihan utama. Komunitas ini tumbuh dengan semangat kekeluargaan dan bukan untuk tujuan komersial. Fokus utamanya adalah menyalurkan hobi serta berdakwah melalui syair-syair religi. Moto yang dipegang adalah: “Bersyair dan Bersilaturahmi.” Gabungan antara musik terbang jidor, banjari, dan marawis menjadi ciri khas Arroghibin, yang melandasi gaya bermusik mereka.
Salah satu momen tak terlupakan adalah saat mereka tampil di luar kota, tepatnya di Balekambang, Malang, pada tahun 2005. Dari segi personil, Arroghibin mengalami regenerasi setiap lima tahun sekali. Vokalis generasi kedua, almarhumah Mbak Seli, wafat akibat kecelakaan setelah tiga tahun bergabung. Sementara vokalis andalan lainnya, Mbak Yani, wafat karena sakit pada masa pandemi COVID-19.
Salah satu anggota perempuan yang masih aktif hingga kini adalah Mbak Novita, yang bergabung sejak tahun 2012. Sebagai bentuk ikatan kekeluargaan yang erat, komunitas ini rutin mengadakan acara tahunan setiap bulan Ramadan seperti buka puasa bersama dan halal bihalal, yang dilakukan di rumah masing-masing personil baik pemain keyboard, vokalis, maupun anggota lainnya—sejak awal komunitas ini berdiri.
Bagus kak